WVI dan Unicef Bantu Siswa Papua Belajar di Rumah
beritapapua.id - WVI dan Unicef Bantu Siswa Papua Belajar di Rumah - Kumparan

WVI dan Unicef Bantu Siswa Papua Belajar di Rumah – Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (PPAD) Papua, Christian Sohilait menyebutkan bahwa selama kurva kasus Covid-19 di Papua masih cenderung mengalami kenaikan. Maka para siswa masih dianjurkan untuk melakukan proses belajar dari rumah.  Namun kendala yang tengah dihadapi saat ini di Papua adalah tidak semua guru menguasai teknologi informasi. Untuk itu harus dipastikan seluruh guru dan juga siswa dapat mengakses media, minimal radio, jika tidak ada internet.

“Pembelajaran kami upayakan berlangsung secara daring, juga dengan memanfaatkan televisi (TVRI), radio (RRI) dan  mendistribusikan buku-buku bahan ajar untuk anak-anak,” ujar Christian.

Berdasarkan survei Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Papua, pada April 2020, sebanyak 45,9 persen siswa di Papua belajar secara daring. Sisanya, belajar secara manual dan luring dan tidak belajar atau diliburkan.  Maka dari itu, LPMP berharap sebelum sekolah kembali dibuka, perlu dipastikan anak-anak dapat belajar dengan baik. Karena itu, dari pihak LPMP mengadakan bimbingan teknis daring dan menyebarkan informasi melalui webinar untuk membekali para guru dapat memanfaatkan berbagai aplikasi untuk proses pembelajaran.

Untuk itu, Wahana Visi Indonesia (WVI) Zonal Papua dan Unicef menggandeng pemerintah, melakukan sosialisasi Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Belajar dari Rumah selama masa pandemi. Panduan yang ditetapkan melalui Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan No. 15 tahun 2020, dibuat oleh Kemdikbud bersama Unicef dan beberapa pihak lain, termasuk WVI, dengan tujuan utama memenuhi hak anak untuk mendapat layanan pendidikan selama darurat Covid-19.  Panduan ini dibutuhkan untuk melindungi warga satuan pendidikan/sekolah dari dampak buruk Covid-19, serta mencegah penyebaran dan penularannya di lingkungan pendidikan, hingga memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, siswa dan orangtua.

Baca Juga: Setelah 14 Tahun di Penjara Akhirnya Lidya Pratiwi Bebas

Tugas dan Tanggungjawab Pihak yang Terlibat

Dalam panduan, dijabarkan tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan oleh berbagai pihak, mulai dari Dinas Pendidikan setempat, kepala sekolah, guru, hingga siswa dan orangtua siswa. Semua pihak memiliki peran penting yang harus dijalankan agar anak tetap terpenuhi pendidikannya dengan maksimal. Selain itu, terdapat pula panduan pembelajaran baik secara daring maupun luring, untuk peserta didik yang menghadapi keterbatasan perangkat, serta daerah yang tidak terjagkau sinyal internet.

WVI juga mendampingi para guru dalam proses pembelajaran jarak jauh, membagikan bahan ajar, berbagi praktik baik dan mengadakan webinar. Termasuk mendistribusukan pesawat radio untuk anak. Buku cerita rakyat Papua untuk pengembangan literasi dan karakter yang disusun oleh WVI yang telah dicetak dan didistribusikan sebanyak 30.000 eksemplar oleh Dinas PPAD Papua.

Seperti halnya di Wamena, sudah 1 bulan WVI melakukan pembelajaran dengan radio dengan didukung oleh Dinas Pendidikan Jayawijaya dan RRI. Sementara di Jayapura sudah ada mobil sahabat anak yang berkeliling kampung. Mobil tersebut melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19 melalui pencetakan buku saku, dan mendsitribusikan buku bacaan untuk anak.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kemdikbud, Praptono menuturkan untuk menuju ke normal baru, maka sekolah harus memastikan kesehatan dan keselamatan semua warga sekolah. Karena itu, semua syarat dan protokol kesehatan harus dipenuhi. Dengan memastikan anak-anak mendapat pembelajaran di rumah sebelum sekolah dibuka kembali.