Yayasan Pendidikan Kristen Nabire Merancang Pusat Pendidikan Terpadu
Yayasan Pendidikan Kristen Nabire Merancang Pusat Pendidikan Terpadu

Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) di Tanah Papua mempunyai mimpi untuk menerapkan program klaster (sekolah berpola asrama) atau sekolah terpadu satu titik. Dan melengkapi seluruh fasilitas baik dari SD hingga SMA/SMK agar siswa-siswi bisa mendapatkan fasilitas terbaik.

“Ini program yang YPK Tanah Papua impikan. Jadi tidak membuka banyak sekolah tetapi hanya berpusatkan pada satu titik,” ujar Ketua PSW Nabire, Barnabas Watofa.

Untuk memenuhi impian tersebut, kata Watofa, PSW YPK Nabire sedang merancang tiga titik pusat pendidikan terpadu. Lokasinya satu di wilayah Nabire bagian timur, satu di Nabire wilayah Kota dan satnya lagi di wilayah Nabire Barat, tepatnya pertenganan Kampung Wami dan Kampung Sima.

Untuk wilayah barat, masyarakat Suku Yerisiam Gua di Kampung Sima telah menyerahkan Sembilan hektare lahan kepada PSW YPK Nabire.

“Untuk wilayah barat sudah ada tanah sembilan hektar dari suku Yerisiam,” kata Sekretaris Disdukcapil Nabire ini.

Baca Juga : Manfaat Air Mawar Bagi Kesehatan Wajah

Menurutnya, pola yang akan dikembangkan adalah sekolah di kampung-kampung cukup sampai di kelas 3 sekolah dasar dengan fokus belajarnya pada baca tulis, menghitung dan doa Bapa Kami.

Selanjutnya untuk kelas 4, 5, 6 akan di tampung pada sekolah terpadu. Asrama juga akan membekali siswa dengan kerohanian. Seperti 10 hukum taurat, nyanyian rohani, seruling emas, suara gembira, yang diciptakan oleh 1S Keine untuk Tanah Papua.

Yayasan Pendidikan Kristen : Menyediakan Fasilitas Untuk Pendidikan Umum Di Nabire

Asrama akan menyediakan fasilitas, seperti fasilitas olahraga, kapel, dan laboratorium perlu disediakan bagi anak-anak. Sehingga, akan mendapatkan dapat pendidikan umum. Selain itu, ada juga pertanian, perikanan, peternakan, dan sebagainya.

Ia berharap, dengan 59 Tahun YPK di Tanah Papua, seluruh elemen dapat memperhatikan yayasan ini sebagai mitra. Tujuannya adalah untuk membangun pendidikan bagi anak-anak khususnya Kristen dan seluruh anak Indonesia pada umumnya.

“Ini semua butuh perhatian kita semua. Pemerintah, alumni YPK, Gereja serta adat. Tanpa sinergi, pendidikan tidak akan berhasil,” harap Watofa.

Sementara, Kepala Suku Besar Yerisiam Gua, Ayub Kowoi membenarkan jika pihaknya telah menyerahkan sebidang tanah dengan ukuran 9 hektare.

Harapannya agar PSW YPN Nbaire segera mewujudkan cita-citanya dengan menghadirkan pendidikan yang layak bagi masyarakat di Kampung Sima dan Distrik Yaur.

“Kami sudah kasih tanah ke PSW YPK Nabire. Semoga ini segera terwujud sebab anak-anak kami selama ini harus ke kota untuk belajar di SMP dan SMA,” tutup Kowoi.*