Yeu dan Tsejewi
Beritapapua.id - Yeu dan Tsejewi, Rumah Perantauan Bujangan Asmat

Yeu dan Tsejewi, Rumah Perantauan Bujangan Asmat. Di sana, mereka belajar dewasa, berunding demi kesejahteraan sesama. Suku Asmat tak lagi asing di telinga kita. Sebuah suku yang terkenal dengan ukiran dan patung yang mendunia. Dari hasil kerajinan tangan itu, dapat diperhatikan bagaimana mereka sangat menjunjung tinggi leluhur dan kehormatan hidup. Ukiran yang mereka buat menggambarkan kekuatan dan ketangguhan lelaki Asmat dalam kehidupannya, seperti berburu, melaut, hingga membunuh lawannya. Seluruh proyeksi ketangguhan itu perlu dipupuk sejak dini, sejak remaja.

Yeu dan Tsejewi

Suku Asmat
Beritapapua.id – Suku Asmat

Baca juga: Renewable Energy dari Tanah Papua

Dalam kehidupannya, suku Asmat tengah memikirkan cara untuk menciptakan generasi muda yang tangguh. Salah satunya dilihat dari sistem tempat tinggal mereka. Suku Asmat memiliki dua jenis rumah bernama yeu dan tsejewi. Kedua rumah itu memiliki dua fungsi yang berbeda. Suku ini terkenal dengan kehidupan komunal yang terlihat dari pola permukiman mereka. Secara umum, mereka hidup bersama dalam dua sampai 3 keluarga. Secara khusus, mereka memisahkan tempat tinggal berdasarkan fungsi.

Yeu

Yeu dalam suku Asmat merupakan rumah bujang, tempat di mana pemuda yang belum kawin tinggal. Di sana, tak ada perempuan yang boleh masuk kecuali dalam acara adat tertentu. Rumah ini berada agak jauh dari permukiman warga dan juga difungsikan untuk menyimpan hasil hutan seperti pohon sagu. Selain difungsikan sebagai tempat tinggal para bujang, rumah ini pula dijadikan sebagai tempat untuk mempersiapkan diri sebelum acara-acara penting, seperti berburu dan berperang.

Yeu difungsikan untuk menerima anggota keluarga baru. Ritual tersebut dilakukan dengan cara membawa perempuan suku Asmat ke yeu dan melakukan ritual penyambutan. Para perempuan suku ini akan berbaris dan membuka kaki mereka. Kemudian, anggota baru akan melewati bawah barisan perempuan tersebut yang mengerang layaknya sedang melahirkan. Dari sana, digambarkan sebuah prosesi melahirkan, sebagai simbol telah hadirnya keluarga baru.

Tsejewi

Sedangkan tsejewi merupakan rumah keluarga batih, atau keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri, dan anak-anak mereka. Tempat tinggal ini diisi lebih dari 1 keluarga yang menggambarkan kehidupan komunal mereka.

Dalam pembagian rumah ini, suku Asmat hendak mengajarkan kemandirian terhadap pemuda suku. Mereka memisahkan bujang ke tempat yang sedikit lebih jauh untuk mengajarkan kemandirian. Alam menyediakan apa yang dibutuhkan untuk menjadi dewasa. Bagaimana dengan kota?