YLKI PLN Mobile Bisa jadi Contoh Public Service Lainnya
Talkshow Peduli dan Lindungi Konsumen: Penuhi Hak Konsumen dengan Digitalisasi Layanan, Senin 15 Maret 2021. Foto: Tangkapan layar

YLKI: PLN Mobile Bisa jadi Contoh Public Service Lainnya – Menyambut hari hak konsumen sedunia, PLN kembali memberikan peningkatan pelayanan konsumen. Salah satu upaya PLN memenuhi hak konsumen adalah melalui aplikasi PLN Mobile.

“Oleh karena itu, pada hari ini, hari hak konsumen sedunia, PLN harus harus menunjukkan komitmen untuk memenuhi hak konsumen PLN dengan digitalisasi layanan melalui New PLN Mobile,” ungkap Zulkifi Zaini pada Employee Gathering PLN, Senin (15/03/2021).

Tulus Abadi selaku Ketua Yayasan Layanan Konsumen Indonesia mengapresiasi hal tersebut. Pertama, ia menyebut PLN adalah satu-satunya perusahaan yang memiliki berani memberikan kompensasi kepada pelanggan saat perusahaan tidak mampu memberikan pelayanan sesuai dengan indikator keberhasilan mereka.

“PLN sudah sangat peduli dengan masyarakat sejak tahun 2003, yakni memberikan kompensasi kepada konsumen ketika PLN tidak mampu memenuhi tingkat mutu pelayanan. Ini tidak ada public service yang seperti ini,” tutur Tulus Abadi.

Menurutnya, kebijakan ini patut menjadi contoh bagi perusahaan public service lainnya.

Kedua, terkait,kehadiran PLN Mobile. Saat ini ada 190 juta yang melek internet dan 70 persen yang memegang smartphone. Menurutnya, strategi PLN Mobile mampu memudahkan pelayanan konsumen.

Apa Saja Fitur PLN Mobile?

Baca juga: Dana Otsus Berlimpah Namun Pendidikan Tidak Gratis

Aplikasi yang rilis Desember 2020 lalu merupakan bentuk inovasi PLN dalam menghadapi tantangan zaman. Aplikasi tersebut memiliki 9 fitur unggulan. Antara lain:

  1. Pengaduan,
  2. Ubah meter,
  3. Token dan tagihan,
  4. Catat meter,
  5. Monitor pemakaian pasca bayar,
  6. Monitor pembelian token,
  7. Notifikasi tagihan,
  8. Informasi progres penyelesaian gangguan,
  9. Notifikasi pemadaman dan pemeliharaan.

Fitur ini memungkinkan masyarakat untuk mengakses pelayanan PLN jauh lebih cepat. Misalnya, pelanggan melihat ada kabel listrik yang berbahaya. Mereka dapat langsung melakukan pengaduan dan mendapatkan informasi yang cepat terkait pengaduan mereka.

Selain itu, pelanggan dapat mengakses harga listrik yang berlaku sesuai dengan ketetapan pemerintah. Dengan informasi tersebut, pelanggan dapat memantau penggunaan listrik mereka sekaligus mengurangi kesalahpahaman terhadap perusahaan.

Selanjutnya, menurut Amien Sunaryadi selaku Komisaris Utama PLN, menyebut kecepatan informasi merupakan hal penting dalam quality management. Melalui PLN Mobile, warga dapat mengakses jumlah tagihan.

“Dengan PLN Mobile, anytime and anywhere, pelanggan bisa mendapatkan informasi tagihannya. Terus, untuk tarif listrik yang dikeluarkan pemerintah juga tinggal pencet saja, ” ungkap Amien Sunaryadi.

Penting bagi PLN agar mampu memberikan informasi serta memberikan pelayanan terkait. PLN diharapkan mampu memberikan harga listrik yang berlaku dalam segala kondisi. Artinya, harga yang stabil serta informasi terkait perubahan harga menjadi hal yang penting diketahui oleh masyarakat.

Tantangan Aplikasi PLN ke Depan

Baca juga: Menyibak 75 Tahun Perjuangan PLN Menerangi Indonesia

Aplikasi PLN Mobile tak akan bekerja secara maksimal jika masyarakat tidak menggunakan aplikasi tersebut. Oleh karenanya, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi peningkatan pelayanan PLN.

Atas masalah tersebut, Tulus Abadi memaparkan 4 hal yang dapat dilakukan PLN untuk menanggapi masalah tersebut.

Pertama PLN harus sering menyapa konsumen. Karena dengan menyapa konsumen, mereka akan merasa dimanusiakan. Kondisi pandemi membuat pelayanan fisik menjadi kurang efisien. Oleh karenanya, menyentuh masyarakat melalui dunia maya menjadi penting.

Kedua, PLN harus memiliki manajemen keluhan yang baik. Karena bagi konsumen, bukan hanya listrik menyala terus. Namun, juga bagaimana respons keluhan yang cepat.

Ketiga, bagaimana PLN memberdayakan konsumen listrik itu sendiri. Literasi listrik terhadap konsumen itu masih kurang baik. Sehingga, perlu ditingkatkan lagi soal literasi listrik, seperti tidak melakukan vandalisme, pencurian, serta edukasi soal masalah kelistrikan.

Literasi ini termasuk dalam sosialisasi penggunaan aplikasi PLN Mobile tersebut. Karena, tidak semua golongan masyarakat paham cara menggunakan aplikasi tersebut.

Keempat, terus berinovasi. PLN harus terus berinovasi dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap publik. Salah satunya memberikan insentif kepada penggunaan PLN Mobile.

“Bagaimana agar konsumen menggunakan PLN Mobile mendapatkan insentif. Misalnya, mereka mendapatkan harga yang lebih murah ketika menggunakan PLN Mobile,” ungkap Tulus Abadi

Keempat poin tersebut dapat dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan PLN kepada masyarakat. Pelanggan harus memahami manfaat dari penggunaan PLN Mobile tersebut agar aplikasi tersebut dapat bekerja secara efisien.