Zionisme dan Yahudi yang Melenceng Dari Perjuangan Awal
beritapapua.id - Pada 11 Mei 1949, Israel diakui sebagai negara oleh PBB dan menjadikannya anggota ke-59 Perserikatan Bangsa-Bangsa. (foto : istimewa)

Kita sering mendengar atau membaca tentang zionisme, apalagi jika konflik Israel-Palestina sedang memanas. Sebenarnya apa itu zionisme? Dan kenapa paham ini bahkan tidak ingin disematkan oleh orang Israel maupun Kaum Yahudi sendiri?.

Untuk melihat bagaimana zionisme itu bisa muncul, kita mundur ke belakang ketika Bani Israel harus menjadi imigran dan menjadi bangsa yang tidak mempunyai tanah air.

Bangsa Israel atau Bani Israel merupakan keturunan Yaqub yang adalah cucu dari Nabi Abraham, As, yang dahulunya menempati wilayah Kana’an (Palestina).

Merujuk dari beberapa kitab yang menceritakan baik dalam Tanakh (kitab Umat Yahudi), Alkitab dan AlQuran. Selama ribuan tahun mereka harus hidup dalam pengasingan akibat konflik teritorial yang datang silih berganti.

Baca Juga : Ulasan Lengkap : Sejarah Konflik Israel – Palestina

Kerajaan Israel Kuno yang merupakan 12 suku keturunan Yaqub yang Nabi Musa, As pimpin keluar dari Mesir, harus terpecah dan sejak abad Sebelum Masehi hingga abad Masehi melakukan hijrah besar-besaran dan menjadi imigran di negeri orang.

Zionisme Muncul Sebagai Ungkapan Kerinduan Terhadap Eretz Israel

Kaum Yahudi yang tersebar di berbagai negara Eropa dan Arab, disebut sebagai kaum diaspora Yahudi. Kemudian pada akhir abad ke-19, para pemikir Yahudi mulai menyerukan kepada para imigran agar kembali ke Palestina sebagai tanah air mereka.

Mereka menganggap bahwa Palestina adalah tanah perjanjian yang merupakan hak dari mereka yang Allah berikan (Eretz Israel).

Tanah yang menjadi hunian dan merupakan hak dari nenek moyang, harus kembali menjadi tanah air, sebagai penanda kebangsaan dari kaum Yahudi.

Pemikiran ini juga muncul karena berkembang pula anti-semitisme yang menimpa kaum diaspora Yahudi di negara-negara mereka tinggal.

Kongres Zionis Pertama 1897

Zionis merupakan istilah ciptaan filsuf Yahudi yang bernama Nathan Birnbaum pada tahun 1890. Ide ini terinspirasi oleh Gunung Sion yang berada di Yerusalem, yang menjadi wilayah kekuasaan Raja Daud pada tahun 1000 SM.

Atas kerinduan imgran Yahudi untuk kembali ke Palestina, maka pada tanggal 29 Agustus sampai 31 Agustus 1897, di Basel, Swiss, mereka mengadakan kongres pertama.

Baca Juga : Sejarah Konflik Israel – Palestina Fase Yunani dan Masehi

Kongres tersebut sekaligus mendeklarasikan Organisasi Zionis secara resmi. Sebanyak 208 delegasi imigran Yahudi dari berbagai negara hadir.

Namun, seiring berkembangnya waktu, wadah ini sebaliknya menjadi sebuah organisasi yang justru melakukan kekerasan dalam upayanya melakukan okupansi di Palestina.

Pada tahun 1975, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan resolusi yang menyatakan bahwa Zionisme menjadi organisasi fasis.